WELCOME TO MY BLOG ^^,

Assalammu'alaikum
Sebetulnya awal mula saya membuat blog ini adalah tanpa sengaja karena hanya ikut-ikutan saja. Namun, saya berharap ke depan blog ini bisa membawa manfaat dan inspirasi untuk teman-teman yang berkunjung ke sini. Kiranya ada kekurangan dalam blog ini mohon saran dan kritiknya. Terimakasih sudah mau melihat-lihat kemari, lain waktu jumpa lagi dan jangan sungkan mampir lagi ke blog ini (^^,)v bye... byee... byeee...

Senin, 01 September 2014

Sakit Jadi Penawar Dosa

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Assalammu'alaikum sahabat semua...
Semoga kita semua selalu dalam lindungan اَللّهُ
آمِّينَ
25 Agustus lalu saya dan Ibu serta di temani bibi dan sepupuku. Pergi ke RS Charitas untuk Check up kondisi tubuh saya. Awalnya saya menganggap pembengkakan perut saya biasa saja. Akibat makan atau mungkin cacingan. Namun setelah konsultasi ke dokter umum, beliau menyarankan saya untuk di USG. Saya sedikit merasa takut apabila sudah berurusan dengan dokter. Takutnya ujung-ujung harus di operasi. Lalu kamipun mendaftar di bagian USG. Suster menyuruh saya puasa selama 6 Jam mulai dari pukul 03.00 pagi sampai pada saat USG berlangsung. Hanya boleh minum air putih dan pada 1 jam sebelum di USG harus tahan kencing.
Lusanya, 26 Agustus 2014. Saya dan Ibu pergi ke RS kembali untuk USG. Kami tiba pukul 08.00. Karena pasien USG banyak harus antri dulu selama 2 jam. Pukul 10.00 saya masuk ke ruangan USG dan di tanya oleh dokter. Kebetulan dokter yang bertugas saat itu Dokter Hanna yang spesialis rontgen. (Nama dokternya sama dengan pemeran sinetron Catatan Hati Seorang Istri yang sekarang lagi tayang di RCTI setiap hari). Hehehee... 
Dokter Hanna menanyakan siklus menstruasi dan kencing serta BAB saya, saya bilang "Normal dok.."Lalu beliau pun menggunakan alat USG mengecek kondisi tubuh saya di bagian perut. Kurang lebih 30 menit, sudah ada hasil dari USG. Dokter Hanna lalu menyarankan saya untuk bertanya kembali ke dokter yang saya temui pertama kali. 
Saya dan Ibu lalu pada hari itu juga menuju ke dokter Benny yang saat pertama memeriksa kondisi saya. Namun karena Dokter Bennny tidak berada di tempat dan hanya praktek pada jadwal tertentu jadi ada suster yang menyarankan kami untuk ke Dokter lain yang praktek. Akhirnya kami pun konsultasi dengan dokter lia. Beliau mengatakan kenapa baru sekarang ke dokter dan sekarang perut saya sudah mulai membesar seperti 3 bulan. Hasil USG saya itu dikatakan beliau kalau saya di diagnosa menderita Tumor di bagian perut yang sudah menyentuh ginjal bagian kiri sehingga agak membesar. Dokter menyarankan saya untuk di Rontgen CT Scan saja biar jelas penyakitnya dan lebih jelas besarnya tumor itu.
Tak lepas dari dzikir saya terus meminta keajaiban dari اَللّهُ. Supaya diberi kesabaran dan keikhlasan menghadapi ujian ini. Memang ini semua terjadi atas izinNya dan hanya Dia-lah yang mampu menyembuhkan.
Saya dan Ibu lalu pergi ke bagian Rontgen dan mendaftarkan diri. Namun perawat mengatakan bahwa semua biaya rontgen hampir 3 juta. Dan apabila di setujui akan dilakukan pada hari sabtunya. Saya dan Ibu agak shock mendengarnya. Dengan biaya yang cukup besar. Bahkan gaji saya satu bulan bekerja menjadi staf laboratorium saja tidak mampu mencukupinya. Namun ibu bilang kalau soal biaya tidak perlu di pikirkan yang penting kamu sembuh dari sakit dan bisa sehat kembali. 
"Ibu memang orang yang paling sabar di dunia ini, tak pernah mengeluh sedikitpun apa yang telah aku beri dan tak mengharap balasan asalkan anak-anaknya menjadi orang yang bermanfaat dan sukses"
Rasanya aku ingin menangis di depan ibu dan ingin ke katakan semua suatu rahasia yang telah terjadi. Namun, aku hanya ingin bertaubat sebenar-benarnya selama ini aku telah banyak berbuat dosa. Apakah ini azab atau ujian dari اَللّهُ ?
Ya اَللّهُ, Hamba mohon pertolongan dari-Mu. Tolong sembuhkanlah sakit yang hamba derita ini dan berikan hamba kekuatan serta kesabaran untuk menjalaninya. 


Lalu setiba pulang dirumah kami masih memikirkan biaya rontgen yang cukup mahal. Bibi pun terkejut mendengar biaya rontgen itu. Lalu berusaha menghiburku untuk sabar menghadapi ini. Insyaاَللّهُ pasti ada jalanNya. Saya berusaha untuk menutupi rasa takut ini, saya percaya اَللّهُ pasti tidak tidur dan akan selalu menjagaku.
Kuputuskan untuk berobat ke alternatif dengan obat-obatan herbal. Di temani ibu, bibi dan sepupuku kami pun pergi ke alternatif Ustadz Rasyid. Cukup jauh perjalanan di Sekojo ujung. Kecamatan kalidoni. Disana lama menunggu antrian karena pasien ustadz dari anak-anak, orang tua pun berobat kesana. Pukul 11.30 kami tiba disana dan mendapat giliran ba'da asyar sekitar pukul 16.00. Saya pun diberi ramuan berupa obat yang harus di rebus dan di minum. Ada beberapa tanaman yaitu Daun tapak dara dan Daun mindi yang di rebus dari 6 gelas menjadi 1 gelas dan harus di minum pada malam hari. Ada Daun tapak dara, Benalu dan kunyit putih yang harus di rebus dari 6 gelas menjadi 2 gelas harus diminum pada pagi dan siang hari.
Cukup melelahkan hari itu, karena kami baru pulang jam 18.00 sampai di rumah. Tapi ini adalah suatu ikhtiar demi kesembuhanku. Aku percaya Insyaاَللّهُ , ada kesembuhan. aamiin
Mulai malamnya aku meminum obat herbal itu, yang awalnya aku tidak menyukai pahit. Tapi untuk kesembuhan harus di tahan. Esok pagi dan siangnya aku juga minum air rebusan itu. Rutinitas ku setiap hari di sekolah senin-jumat harus ku bawa obatnya ke sekolah dan di minum pada waktu siang.
Sampai saat ini aku masih menunggu keajaiban agar اَللّهُ mengabulkan doa-doaku. Semoga ........ aamiin
ini adalah salah satu ayat Syifa' semoga di beri kesembuhan apabila sering di baca dan di amalkan.Adapula ayat yang lainnya :

Sedikit kisahku yang belum berujung. Semoga اَللّهُ selalu memberikan Jalan terbaik-Nya untuk kita semua. aamiin
Wassalam
_SY_


Tidak ada komentar: